HHO car emission test on the 3rd (Suzuki APV)

 

Dipublikasikan pada 7 Mei 2013

Teks Bhs. Indonesia di bagian bawah
_______________________________

Emissions Test Results on Suzuki APV in 2008 as follows: 
CO = 0.00% 
HC = 0.010 ppm 
Lambda = 1,870 
CO2 = 7.4% 
O2 = 9.4% 
From the above data have proved: 
- The results of exhaust gas are environmentally friendly, no toxic gas Carbon Monoxide (CO) which can kill anyone who is close by if executed in a narrow space such as a garage, etc.. 
- Almost 100% of all fuel converted into energy, and only 0.010 ppm were wasted through the tailpipe, this happens because of the oxygen gas from the HHO gas combustion in the engine so it could be more perfect and the impact of hybrid HHO is also very beneficial , based on the report of the majority of users say: Engine and exhaust free of sediment carbon crust in just a few hours or a few days depending on the year of manufacture cars. 
- Value Lambda = 1,870 proven results can be achieved with maximum efficiency, 
Info: If the value of Lambda is less than 0.9 it means wasteful, and if more than 0.9 then that means economical, especially if the value is more than 1 then it must be very economical. 

TESTIMONIALS: 
Based on the report of Suzuki APV car owner said: 
"Before you install fuel saving devices, traveling from Gunung Putri heading to Cengkareng depleted gas = IDR 150,000 and after a pair of fuel saving devices" Joko Energy "way home from Cengkareng headed to Gunung Putri again just spent a petrol = IDR 70,000 On the road conditions were equally not be economical well over 50% "
From : Mr. Agung Sunyoto, Kampung Duku 26, Gunung Putri, Bogor, West Java.
________________________________________­___________

Hasil Uji Emisi pada Suzuki APV tahun 2008 sebagai berikut :
CO = 0,00 %
HC = 0,010 ppm
Lambda = 1,870
CO2 = 7,4 %
O2 = 9,4 %
Dari data diatas telah membuktikan:
- Hasil gas buang sangat ramah lingkungan, tidak ada gas beracun Karbon Monoksida (CO) yang bisa membunuh siapa saja yang berada didekatnya jika dijalankan di ruang yang sempit seperti garasi dll.
- Hampir 100 % semua BBM dirubah menjadi energi, dan hanya 0,010 ppm yang terbuang sia-sia melalui knalpot, hal ini terjadi karena adanya gas Oksigen yang berasal dari gas HHO sehingga pembakaran dalam mesin bisa lebih sempurna dan dampak dari hibrid HHO ini juga sangat menguntungkan , berdasarkan laporan dari para pengguna sebagian besar mengatakan: Mesin dan knalpot bebas dari endapan kerak Karbon hanya dalam waktu beberapa jam atau beberapa hari saja tergantung tahun pembuatan mobilnya.
- Nilai Lambda = 1,870 membuktikan hasil efisiensi bisa dicapai dengan maksimal, 
Info: Jika nilai Lambda kurang dari 0,9 maka artinya boros, dan jika lebih dari 0,9 maka itu berarti irit, apalagi jika nilai lebih dari 1 maka pasti sangat irit.

TESTIMONIAL:


Berdasarkan laporan dari pemilik mobil Suzuki APV ini mengatakan :
" Sebelum pasang alat penghemat BBM, perjalanan dari Gunung Putri menuju ke Cengkareng habis bensin =Rp 150.000 dan setelah pasang alat penghemat BBM " Joko Energy" perjalanan pulang dari Cengkareng menuju ke Gunung Putri lagi hanya menghabiskan bensin = Rp 70.000 Pada kondisi jalan sama-sama tidak lancar bisa irit lebih dari 50% "
Dari Bpk. Agung Sunyoto, Kampung Duku No.26 , Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat.

 

jokoenergy.com