Fuel saver on Daihatsu Xenia 1.3L 2011

Terbukti hanya menggunakan bensin Premium saja hasil uji emisi pada mobil hybrid HHO adalah sbb : CO=0,00 % ; HC=0,00 ppm ; CO cor= 0,00 % ; Lambda= 1,008 ; CO2=13,7 % ; O2=0,16%. CO adalah Karbon Monoksida yang sangat beracun sehingga ambang batas emisi yang diperbolehkan hingga 4.5%, sedangkan HC adalah Senyawa Hydro Carbon pembentuk BBM, jika HC=0 artinya tidak ada sedikitpun bensin yang terbuang sia-sia, semuanya dirubah menjadi energi sehingga penghematan BBM bisa maksimal. Pada kondisi normal nilai HC=400 ppm untuk mobil injection, dan HC= 500 ppm untuk mobil karburator, sedangkan ambang batas yang diperbolehkan hingga 1200 ppm. Jadi nilai HC=0 ppm benar-benar sangat mencengangkan. Uji emisi ini menggunakan mobil Daihatsu Xenia 1300cc Th.2011 yang di hybrid dengan bahan bakar air (HHO Generator) Model: JE600CT produksi: PT. Joko Energi Internasional yang dilaksanakan di Srijaya Mobil Jln. Meruya Ilir Raya No. 19 , Jakarta Barat pada tanggal: 13 Juli 2012. Mobil hybrid ini juga dilengkapi dengan EFI Enhancer yang dapat mengurangi konsumsi BBM melalui sensor MAP dan sanggup membuat rasio perbandingan campuran BBM dengan udara hingga 1:20 melalui sensor O2 sehingga disamping bisa sangat ramah lingkungan juga bisa hemat BBM dari 50% - 80%. Sayangnya tidak semua kendaraan bisa dipasang EFI Enhancer,sementara ini baru cocok pada mobil-mobil Jepang seperti: Toyota Avanza, Rush, Daihatsu Xenia, Terios, Luxio dan Gran Max. Untuk yang berminat bisa hubungi langsung ke: Joko Priyono Telp: (021) 36767898 SMS: 087888378555

jokoenergy.com