Fuel saver HHO) on Suzuki APV 2009

TEKS BHS.INDONESIA DI BAGIAN BAWAH

Dipublikasikan pada 4 Jul 2013

Fuel saver on Suzuki APV is using water fuel generator (HHO Generator) Model: JE500 and equipped with EFIE (Electronic Fuel Injection Enhancers) to manipulate the ECU (Engine Control Unit) via the MAP Sensor and Oxygen Sensor.
This is our second experience installing the APV car that turns the engine characteristics similar to Grandmax, Luxio, Terios, Rush, Xenia and Avanza are already a lot of us put it, even on the Xenia and Avanza cars we had brought to the Suzuki Workshop in West Jakarta Meruya Kebun Oranges with the following results:

Toxic gases CO = 0.00%
Hydro Carbon (HC) = 0.00 ppm - 0.11 ppm
Lambda = 1 ~ 1.08 The above data has been proven that a car that uses gas HHO and EFIE supplements:
- Gas is very environmentally friendly exhaust so if the engine is run in narrow spaces such as garages will remain safe even if no harm occupants, you can try it yourself by breathing in front of the exhaust will definitely feel comfortable no odor and does not feel stuffy like that we practice on his car owner .
- Petroleum Hydro Carbon compounds formed from, so its chemical formula is always composed of C and H, for example: Molecular Petrol (gasoline) = C10 H8
Emissions testing on cars Daihatsu Xenia HC value = 0.00 ppm that means no gasoline at all wasted, all gas converted into energy: motion, electricity and little heat.
- Hydrogen gas is used to increase the power / torque of the engine so that more powerful despite only using such a low octane gasoline Premium gasoline, as an octane Hydrogen gas is more than 130.
- Oxygen is used to enhance the combustion in the engine so that the engine is free from carbon crust that can cause a variety of problems in the machine, no need to buy chemicals, additives or engine cleaners like the price is not cheap, so do not be surprised if the old car exhaust can excreting carbon crust for hours as it did in the old Suzuki Vitara car, then the owner and complain fear but fear broken engine exhaust to clean the next day.
Because no hydrogen gas into the engine work because there was a gas light and oxygen then the gasoline burned perfectly, that's two things that cause the engine temperature to be colder and sound / vibration machines become more refined. Based on the above data it is no exaggeration if we state the coupled EFIE HHO hybrid cars to its ECU can be efficient manipulation median = 50% in the city and outside the city = 80%

Emissions Test Results Data on 2008 Suzuki APV which we have pairs of HHO devices are as follows:
CO = 0.00%
HC = 0.010 ppm
Lambda = 1,870
CO2 = 7.4%
O2 = 9.4%

From the above data have proved:
- The results of exhaust gas are environmentally friendly, no toxic gas Carbon Monoxide (CO) which can kill anyone who is close by if executed in a narrow space such as a garage, etc..
- Almost 100% of all fuel converted into energy, and only 0.010 ppm were wasted through the tailpipe, this happens because of the oxygen gas from the HHO gas combustion in the engine so it could be more perfect and the impact of hybrid HHO is also very beneficial , based on the report of the majority of users say: Engine and exhaust free of sediment carbon crust in just a few hours or a few days depending on the year of manufacture cars.
- Value Lambda = 1,870 proven results can be achieved with maximum efficiency,
Info: If the value of Lambda is less than 0.9 it means wasteful, and if more than 0.9 then that means economical, especially if the value is more than 1 then it must be very economical.

 

TESTIMONIALS:

Based on the report of  1500cc Suzuki APV 2008 car owner said:

"Before you install fuel saving devices, traveling from Gunung Putri heading to Cengkareng exhausted gasoline = IDR 150,000 and after a pair of fuel saving devices" Joko Energy "way home from Cengkareng headed to Gunung Putri again just spent a petrol = IDR  70.000 in the same condition that the road is not smooth traffic"

- From : Mr.Agung Sunyoto, Kampong Duku , Gunung Putri, Bogor, West Java.

_______________________________________

TEKS BHS.INDONESIA

 

     Penghemat BBM pada Mobil Suzuki APV ini menggunakan pembangkit bahan bakar air (Generator HHO) Model: JE500 dan dilengkapi dengan EFIE (Electronic Fuel Injection Enhancer) untuk memanipulasi ECU (Engine Control Unit) melalui Sensor MAP dan Sensor Oksigen.

Ini adalah pengalaman kedua kami memasang pada mobil APV yang ternyata karakteristik mesinnya mirip dengan GrandMax, Luxio, Terios, Rush, Xenia dan Avanza yang sudah banyak kami memasangnya, bahkan pada mobil Xenia dan Avanza kami sempat membawanya ke Bengkel Uji Emisi (Suzuki) di Meruya Kebon Jeruk Jakarta Barat dengan hasil sbb:

Gas beracun CO=0,00 %

Hydro Carbon (HC)=0,00 ppm - 0,11 ppm

Lambda = 1 ~ 1,08

     Data diatas telah membuktikan bahwa mobil yang menggunakan suplemen gas HHO dan EFIE:

- Gas buangnya sangat ramah lingkungan sehingga jika mesin mobil dijalankan di ruang yang sempit seperti garasi sekalipun akan tetap aman tidak membahayakan penghuninya, anda bisa mencoba sendiri dengan bernafas didepan knalpot pasti akan terasa nyaman tidak bau dan tidak merasa pengap seperti yang kami praktekan pada pemilik mobilnya.

- Minyak Bumi terbentuk dari senyawa Hydro Carbon, makanya rumus kimianya selalu terdiri dari C dan H, contohnya: Molekul Bensin (gasoline)= C10 H8

Uji emisi pada mobil Daihatsu Xenia nilai HC=0,00 ppm itu artinya tidak ada sedikitpun bensin yang terbuang sia-sia, semua bensin dirubah menjadi energi: gerak, listrik dan sedikit kalor.

- Gas Hidrogen digunakan untuk menambah power/torsi pada mesin sehingga lebih bertenaga meskipun hanya menggunakan bensin oktan rendah seperti bensin Premium, karena oktan gas Hidrogen lebih dari 130.

- Oksigen digunakan untuk menyempurnakan pembakaran didalam mesin sehingga mesin bebas dari kerak-kerak karbon yang bisa menimbulkan berbagai masalah dalam mesin, tidak perlu lagi membeli cairan kimia, additive pembersih mesin atau semacamnya yang harganya tidak murah, jadi jangan kaget kalau pada mobil lama knalpot bisa mengeluarkan kotoran kerak karbon selama berjam-jam seperti yang terjadi pada mobil Suzuki Vitara lama, saat itu pemiliknya ketakutan dan komplen takut mesinnya rusak tapi esok harinya knalpot menjadi bersih.

Karena ada gas Hidrogen kerja mesin menjadi ringan dan karena ada gas Oksigen maka bensin dibakar dengan sempurna, dua hal itulah yang menyebabkan suhu mesin menjadi lebih dingin dan suara/getaran mesin menjadi lebih halus.

     Berdasarkan data diatas maka tidak berlebihan jika kami menyatakan pada mobil hybrid HHO ditambah EFIE untuk manipulasi ECU nya bisa irit rata-rata dalam kota = 50% dan luar kota=80%

Data Hasil Uji Emisi pada Suzuki APV tahun 2008 yang sudah kami pasang alat HHO adalah sebagai berikut :

CO = 0,00 %

HC = 0,010 ppm

Lambda = 1,870

CO2 = 7,4 %

O2 = 9,4 %

Dari data diatas telah membuktikan:

- Hasil gas buang sangat ramah lingkungan, tidak ada gas beracun Karbon Monoksida (CO) yang bisa membunuh siapa saja yang berada didekatnya jika dijalankan di ruang yang sempit seperti garasi dll.

- Hampir 100 % semua BBM dirubah menjadi energi, dan hanya 0,010 ppm yang terbuang sia-sia melalui knalpot, hal ini terjadi karena adanya gas Oksigen yang berasal dari gas HHO sehingga pembakaran dalam mesin bisa lebih sempurna dan dampak dari hibrid HHO ini juga sangat menguntungkan , berdasarkan laporan dari para pengguna sebagian besar mengatakan: Mesin dan knalpot bebas dari endapan kerak Karbon hanya dalam waktu beberapa jam atau beberapa hari saja tergantung tahun pembuatan mobilnya.

- Nilai Lambda = 1,870 membuktikan hasil efisiensi bisa dicapai dengan maksimal,

Info: Jika nilai Lambda kurang dari 0,9 maka artinya boros, dan jika lebih dari 0,9 maka itu berarti irit, apalagi jika nilai lebih dari 1 maka pasti sangat irit.

TESTIMONIAL:

Berdasarkan laporan dari pemilik mobil Suzuki APV ini mengatakan :

" Sebelum pasang alat penghemat BBM, perjalanan dari Gunung Putri menuju ke Cengkareng habis bensin =Rp 150.000 dan setelah pasang alat penghemat BBM " Joko Energy" perjalanan pulang dari Cengkareng menuju ke Gunung Putri lagi hanya menghabiskan bensin = Rp 70.000 Pada kondisi jalan sama-sama tidak lancar "

Dari Bpk. Agung Sunyoto, Kampung Duku , Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat.

 

jokoenergy.com